Risiko tinggi, pekerja terus berganti
Sektor konstruksi termasuk sektor dengan angka kecelakaan kerja yang tinggi. Jatuh dari ketinggian, tertimpa material, tertusuk paku, dan tertabrak alat berat adalah penyebab yang paling sering terjadi. Tantangan tambahannya: pekerja subkontraktor datang dan pergi, sehingga pembagian APD harus cepat dan konsisten. Persyaratan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) juga menuntut kontraktor merencanakan kebutuhan APD sejak awal proyek.
Kebutuhan APD per jenis pekerjaan
| Pekerjaan | APD utama |
|---|---|
| Pekerjaan umum di lapangan | Helm, sepatu safety mid, rompi, sarung tangan |
| Kerja di ketinggian | Body harness, lanyard, helm dengan chinstrap |
| Pembesian & bekisting | Sarung tangan kulit/bintik, kacamata, sepatu dengan pelindung tusukan |
| Pengecoran & pekerjaan beton | Sepatu boots, sarung tangan, masker debu |
| Gerinda & las | Face shield, jaket las, pelindung telinga |
Penandaan dan pengendalian area
Area galian, jalur alat berat, dan zona kerja di ketinggian harus ditandai dengan jelas. Traffic cone dan rambu membantu pekerja serta tamu memahami batas area berbahaya. Jangan lupa APAR di direksi keet, gudang material, dan area genset.
Kerja di ketinggian
Body harness adalah APD penyelamat jiwa — kondisinya harus selalu prima. Periksa jahitan, webbing, dan pengait sebelum dipakai. Simpan catatan inspeksi setiap unit agar dokumentasi Anda rapi saat audit. Body harness dan lanyard tersedia di kategori peralatan K3.
Lihat produk terkait: pelindung kepala & badan, sepatu safety, dan peralatan K3. Baca juga checklist APD wajib untuk proyek konstruksi.