Cara Menggunakan APAR dengan Benar (Teknik PASS)
Cara menggunakan APAR mengikuti empat langkah PASS - Tarik pin, Arahkan nozzle ke pangkal api, Tekan tuas, lalu Sapukan dari sisi ke sisi. Padamkan hanya api kecil dengan jalur keluar di belakang Anda, dan segera isi ulang APAR setelah dipakai walaupun hanya sebentar.
Daftar isi
- Ringkasan cara menggunakan APAR
- Sebelum menggunakan APAR: pastikan tiga hal ini
- Cara menggunakan APAR: teknik PASS
- Jarak aman saat menggunakan APAR
- Kapan TIDAK boleh memadamkan api sendiri
- Hal yang sering salah di lapangan
- Setelah menggunakan APAR: wajib isi ulang
- Latih cara menggunakan APAR sebelum terjadi kebakaran
Ringkasan cara menggunakan APAR
Cara menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) mudah Anda ingat dengan empat kata: Tarik – Arahkan – Tekan – Sapukan, versi Indonesia dari teknik internasional PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep). Namun teknik saja tidak cukup. Anda juga perlu tahu jenis APAR yang tepat, jarak aman, dan kapan harus berhenti lalu evakuasi. Panduan ini merangkum semuanya dalam langkah praktis yang bisa langsung Anda pakai untuk pelatihan karyawan.
Sebelum menggunakan APAR: pastikan tiga hal ini
Dalam kebakaran, keputusan beberapa detik pertama sangat menentukan. Sebelum mengangkat tabung, pastikan:
- Alarm sudah berbunyi atau orang lain sudah tahu. Jangan memadamkan api sendirian tanpa ada yang tahu.
- Api masih kecil dan belum menyebar ke dinding, plafon, atau benda lain di sekitarnya.
- Jalur keluar ada di belakang Anda. Posisikan diri di antara api dan pintu keluar, bukan sebaliknya.
Pastikan juga jenis APAR sesuai kelas kebakaran. APAR powder ABC cocok untuk sebagian besar area, sedangkan CO2 lebih tepat untuk panel listrik. Penjelasan lengkapnya ada di artikel cara memilih APAR sesuai kelas kebakaran.
Cara menggunakan APAR: teknik PASS
| Langkah | Istilah PASS | Tindakan |
|---|---|---|
| 1. Tarik | Pull | Tarik pin pengaman sampai segel putus. Pegang tabung tegak. |
| 2. Arahkan | Aim | Arahkan nozzle atau corong ke pangkal api, bukan ke nyala apinya. |
| 3. Tekan | Squeeze | Tekan tuas atas dan bawah secara perlahan dan merata. |
| 4. Sapukan | Sweep | Sapukan semburan dari sisi ke sisi menutupi area yang terbakar. |
1. Tarik pin pengaman
Pegang APAR dengan tangan yang kuat pada pegangan bawah, lalu tarik pin dengan tangan lainnya. Segel plastik akan putus. Jangan menekan tuas saat menarik pin karena pin bisa macet.
2. Arahkan ke pangkal api
Kesalahan paling umum adalah menyemprot ke lidah api. Api “hidup” dari bahan bakar di bawahnya, jadi media pemadam harus mengenai pangkal api. Pada APAR CO2, pegang corong hanya pada bagian pegangannya. Corong menjadi sangat dingin saat gas keluar dan dapat melukai tangan.
3. Tekan tuas
Tekan tuas dengan mantap. Media akan keluar selama Anda menekan tuas dan berhenti saat Anda melepasnya. Ingat bahwa isi APAR ringan cepat habis, umumnya hanya dalam hitungan detik, jadi jangan membuang semburan ke arah yang salah.
4. Sapukan dari sisi ke sisi
Gerakkan nozzle ke kiri dan kanan seperti menyapu, mulai dari bagian depan api lalu maju perlahan. Untuk tumpahan cairan yang terbakar (kelas B), jangan menyemprot langsung dengan tekanan tinggi ke permukaan cairan karena dapat memercikkan cairan dan memperluas api. Sapukan dari tepi depan.
Jarak aman saat menggunakan APAR
Jarak semprot efektif tertera pada label tabung dan berbeda untuk tiap jenis dan ukuran. Sebagai patokan umum, mulai dari jarak sekitar 2–3 meter, lalu maju perlahan setelah api mengecil. Berdiri membelakangi arah angin jika di area terbuka agar asap, panas, dan media pemadam tidak berbalik ke wajah Anda.
Setelah api tampak padam, jangan langsung membelakangi api. Mundur perlahan sambil tetap mengawasi karena bara dapat menyala kembali, terutama pada kertas, kayu, kain, atau bahan kelas A lainnya.
Kapan TIDAK boleh memadamkan api sendiri
Pada dasarnya, APAR hanya untuk kebakaran tahap awal. Segera hentikan upaya pemadaman dan evakuasi jika:
- Api sudah setinggi badan, menjalar ke plafon, atau menyebar ke beberapa titik.
- Asap tebal memenuhi ruangan dan membuat sulit bernapas atau melihat.
- Jalur keluar mulai terancam api atau asap.
- Anda tidak yakin jenis APAR sesuai, misalnya hanya ada APAR air atau foam untuk api di panel listrik bertegangan.
- Satu tabung sudah habis, tetapi api belum padam.
- Kebakaran melibatkan gas bertekanan yang masih mengalir. Matikan sumber gas hanya jika kondisinya aman.
Saat evakuasi, tutup pintu di belakang Anda untuk memperlambat penyebaran asap, gunakan tangga darurat (bukan lift), dan berkumpul di titik kumpul. Hubungi pemadam kebakaran setempat dan beri tahu petugas lokasi api serta bahan yang terbakar.
Hal yang sering salah di lapangan
| Kesalahan | Akibat | Yang benar |
|---|---|---|
| Menyemprot ke nyala api | Media terbuang, api tetap hidup | Arahkan ke pangkal api |
| Terlalu dekat dengan api | Risiko luka bakar, cairan terpercik | Mulai dari jarak aman, maju perlahan |
| Memakai APAR air/foam pada listrik bertegangan | Risiko tersengat listrik | Gunakan CO2, powder, atau clean agent |
| Langsung pergi setelah api padam | Api menyala kembali | Awasi beberapa saat, laporkan |
| Mengembalikan APAR bekas pakai ke tempatnya | APAR kosong saat ada kebakaran berikutnya | Segera isi ulang |
Setelah menggunakan APAR: wajib isi ulang
APAR yang sudah disemprotkan, walaupun hanya sebentar, perlu segera Anda isi ulang. Katup bisa tidak menutup sempurna sehingga tekanan turun perlahan, dan isi tabung tidak lagi penuh. Isi ulang dilakukan oleh penyedia jasa yang kompeten sesuai petunjuk produsen.
Langkah setelah pemakaian:
- Laporkan kejadian dan pemakaian APAR kepada petugas K3 atau pengelola gedung.
- Beri tanda pada tabung bahwa APAR sudah dipakai, lalu pindahkan dari titik pemasangan.
- Pasang APAR cadangan sementara di titik tersebut agar area tidak kosong perlindungan.
- Kirim untuk isi ulang dan pemeriksaan, lalu pasang kembali setelah petugas memastikan tekanan dan segel baik.
Kapan lagi APAR perlu diisi ulang selain setelah dipakai? Baca kapan APAR harus diisi ulang.
Latih cara menggunakan APAR sebelum terjadi kebakaran
Teknik PASS mudah Anda hafal, tetapi dalam kondisi panik orang sering lupa. Latihan pemadaman berkala membuat karyawan terbiasa dengan berat tabung, suara semburan, dan jarak semprot. Materi edukasi keselamatan kebakaran dari NFPA juga bisa menjadi bahan tambahan pelatihan. Lengkapi titik APAR dengan fire blanket untuk dapur dan area kecil, serta pastikan semua orang tahu letak APAR terdekat.
Penutup
Cara menggunakan APAR yang benar adalah gabungan teknik Tarik–Arahkan–Tekan–Sapukan, penilaian cepat apakah api masih bisa dipadamkan, dan disiplin mengisi ulang setelah dipakai. Lihat pilihan lengkap di kategori alat pemadam api (APAR), misalnya APAR powder FP6 untuk area umum dan APAR CO2 FC5 untuk panel listrik. Untuk gedung dan area luas, lengkapi dengan hidran dan selang pemadam. Butuh bantuan menentukan jumlah dan jenis APAR? Hubungi tim kami untuk konsultasi gratis.
Produk yang dibahas
Siap kirim untuk kebutuhan Anda
Minta PenawaranPertanyaan yang sering muncul
Apa kepanjangan teknik PASS dalam penggunaan APAR?
PASS adalah Pull, Aim, Squeeze, Sweep. Dalam bahasa Indonesia - Tarik pin pengaman, Arahkan nozzle ke pangkal api, Tekan tuas, dan Sapukan dari sisi ke sisi.
Berapa jarak aman saat menyemprotkan APAR?
Ikuti jarak semprot yang tertulis pada label tabung. Untuk APAR ringan, umumnya mulai dari sekitar 2 sampai 3 meter dari api, lalu maju perlahan saat api mengecil.
Kapan sebaiknya tidak memadamkan api sendiri?
Jika api sudah setinggi badan atau menyebar, asap tebal, jalur keluar terancam, Anda tidak yakin jenis APAR-nya sesuai, atau satu tabung sudah habis tetapi api belum padam. Segera evakuasi dan hubungi pemadam kebakaran.
Apakah APAR yang hanya dipakai sebentar boleh dipasang kembali?
Tidak. APAR yang sudah disemprotkan, walaupun sebentar, bisa kehilangan tekanan. Segera isi ulang dan periksa sebelum memasangnya kembali.