Cara Memilih APAR Sesuai Kelas Kebakaran (Panduan Lengkap)
Cara memilih APAR dimulai dari kelas kebakaran yang mungkin terjadi di suatu area. Powder ABC serbaguna untuk sebagian besar ruang, CO2 dan clean agent cocok untuk peralatan listrik dan elektronik, sedangkan foam untuk cairan mudah terbakar. Pemasangan di tempat kerja mengacu pada Permenaker No. PER.04/MEN/1980.
Daftar isi
Ringkasan cara memilih APAR
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah perlindungan pertama saat api masih kecil. Cara memilih APAR yang tepat dimulai dari pertanyaan sederhana: benda apa yang mungkin terbakar di area tersebut? Jawaban itu menentukan kelas kebakaran. Kemudian kelas kebakaran menentukan media pemadam. Berikut panduan yang membahas kelas kebakaran, jenis media, kapasitas, dan aturan pemasangan APAR di tempat kerja.
Mengenal kelas kebakaran
Di Indonesia, penggolongan kebakaran untuk keperluan APAR tercantum dalam Permenaker No. PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan. Anda bisa mencari teks peraturannya di JDIH Kemnaker.
| Kelas | Bahan yang terbakar | Contoh lokasi |
|---|---|---|
| A | Benda padat bukan logam: kertas, kayu, kain, plastik | Kantor, gudang, ruang arsip |
| B | Cairan dan gas mudah terbakar: bensin, solar, cat, LPG | Genset, SPBU, area tangki, bengkel |
| C | Instalasi listrik bertegangan | Panel listrik, ruang server, ruang mesin |
| D | Logam: magnesium, aluminium serbuk, natrium | Industri logam tertentu, laboratorium |
Selain itu, satu area bisa memiliki lebih dari satu kelas. Ruang produksi, misalnya, dapat memiliki risiko kelas A (bahan kemasan), B (oli mesin), dan C (panel listrik) sekaligus.
Cara memilih APAR berdasarkan jenis media
Memilih APAR powder (dry chemical)
Powder ABC adalah pilihan paling umum karena efektif untuk kelas A, B, dan C. Serbuknya memutus reaksi kimia pembakaran. Jenis ini cocok untuk kantor, gudang, kendaraan, dan area umum. Namun kekurangannya, serbuk menyebar luas dan meninggalkan residu yang dapat merusak peralatan elektronik. Contoh produk: APAR powder FP3 dan APAB beroda ABC Powder WPT-200 untuk area luas.
Memilih APAR CO2 (karbon dioksida)
CO2 memadamkan api dengan menggantikan oksigen sekaligus mendinginkan. Gas ini juga tidak menghantarkan listrik dan tidak meninggalkan residu. Karena itu, CO2 ideal untuk kelas B dan C, misalnya panel listrik, ruang server, dan ruang mesin. Akan tetapi, CO2 kurang efektif untuk kebakaran kelas A di area terbuka karena gas cepat tersebar. Contohnya APAR CO2 FC5.
Memilih APAR foam
Berbeda dengan CO2, foam membentuk lapisan yang menutup permukaan cairan sehingga uap mudah terbakar tertahan. Media ini efektif untuk kelas A dan B, terutama tumpahan bahan bakar. Namun, jangan pernah memakai foam pada instalasi listrik bertegangan.
Memilih APAR clean agent
Clean agent (misalnya berbasis HFC atau gas pengganti halon) memadamkan api tanpa meninggalkan residu. Media ini bahkan aman untuk peralatan elektronik bernilai tinggi. Karena itu, pilihan ini cocok untuk ruang server, ruang kontrol, museum, dan peralatan medis. Contohnya APAR clean agent FH3.
Cara memilih APAR per area: ringkasan
| Area | Rekomendasi utama |
|---|---|
| Kantor & ruang umum | Powder ABC |
| Ruang server, panel listrik | CO2 atau clean agent |
| Dapur komersial | APAR yang sesuai untuk minyak goreng + fire blanket |
| Genset, bengkel, area BBM | Powder ABC, foam, atau CO2 |
| Gudang luas | Powder ABC + APAB beroda |
| Kendaraan | Powder ABC ukuran kecil |
Menentukan kapasitas
Pada umumnya, kapasitas APAR ringan berkisar 1–12 kg. Semakin besar risikonya, semakin besar pula kapasitas yang Anda butuhkan. Meskipun begitu, APAR yang terlalu berat sulit diangkat oleh semua penghuni. Sementara itu, untuk area sangat luas atau risiko tinggi, kombinasikan APAR 6 kg dengan APAB beroda berkapasitas 25 kg ke atas. Untuk perencanaan rinci, SNI 03-3987-1995 tentang tata cara perencanaan dan pemasangan APAR dapat menjadi acuan.
Aturan pemasangan di tempat kerja
Beberapa ketentuan penting dalam Permenaker No. PER.04/MEN/1980:
- Letakkan APAR di lokasi yang mudah terlihat, mudah dicapai, dan mudah diambil, lengkap dengan tanda pemasangan.
- Jarak antar-APAR tidak lebih dari 15 meter, kecuali pegawai pengawas atau ahli K3 menetapkan lain.
- Bagian puncak APAR berada pada ketinggian maksimal 1,2 meter dari lantai.
- Petugas memeriksa APAR secara berkala, yaitu pemeriksaan jangka 6 bulan dan 12 bulan. Dalam praktik, APAR yang sudah terpakai juga harus segera diisi ulang.
Pemeriksaan rutin yang bisa Anda lakukan sendiri
- Jarum pengukur tekanan berada di zona hijau (untuk APAR bertekanan tetap).
- Segel dan pin pengaman masih utuh.
- Selang dan nozzle tidak retak atau tersumbat.
- Tabung tidak berkarat, penyok, atau bocor.
- Label petunjuk penggunaan masih terbaca.
- Akses ke APAR tidak terhalang barang.
Penutup
Pada akhirnya, cara memilih APAR yang baik berujung pada tiga hal: jenis yang tepat, lokasi yang tepat, dan kondisi siap pakai. Ketiganya bahkan dapat menentukan apakah kebakaran kecil berhenti di situ atau berkembang menjadi bencana. Lihat seluruh pilihan di kategori alat pemadam api (APAR), lengkapi dengan hidran dan selang, atau konsultasikan kebutuhan gedung Anda bersama tim kami. Untuk area dengan risiko gas, pertimbangkan juga layanan kalibrasi gas detector sebagai langkah pencegahan.
Produk yang dibahas
Siap kirim untuk kebutuhan Anda
Minta PenawaranPertanyaan yang sering muncul
APAR jenis apa yang paling serbaguna?
APAR powder ABC, karena mampu memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C. Kekurangannya, serbuknya meninggalkan residu yang sulit dibersihkan dari peralatan elektronik.
Apakah APAR CO2 aman untuk ruang server?
CO2 tidak menghantarkan listrik dan tidak meninggalkan residu sehingga cocok untuk ruang server dan panel. Namun, gunakan dengan hati-hati di ruang sempit karena CO2 menggantikan oksigen.
Berapa tinggi pemasangan APAR?
Menurut Permenaker No. PER.04/MEN/1980, bagian puncak APAR berada pada ketinggian maksimal 1,2 meter dari lantai.
Berapa jarak antar-APAR?
Peraturan yang sama menetapkan jarak antara APAR satu dengan lainnya tidak lebih dari 15 meter, kecuali pegawai pengawas atau ahli K3 menetapkan lain.
Apakah APAR perlu pemeriksaan rutin?
Ya. Cek secara visual tekanan, segel, selang, dan kondisi tabung secara rutin. Selain itu, lakukan pemeriksaan berkala sesuai ketentuan.