Jenis-Jenis APD dan Fungsinya Menurut Permenakertrans
Jenis-jenis APD dan fungsinya tercantum dalam Permenakertrans No. PER.08/MEN/VII/2010, yang mengelompokkan APD menjadi pelindung kepala, mata dan muka, telinga, pernapasan, tangan, dan kaki, ditambah pakaian pelindung, alat pelindung jatuh perorangan, dan pelampung. Setiap jenis melindungi bagian tubuh tertentu. Karena itu, pemilihannya harus berdasarkan identifikasi bahaya di tempat kerja.
Daftar isi
Ringkasan jenis-jenis APD dan fungsinya
Pada umumnya, Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat yang melindungi sebagian atau seluruh tubuh pekerja dari potensi bahaya di tempat kerja. Di Indonesia, jenis-jenis APD dan fungsinya tercantum dalam Permenakertrans No. PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri. Peraturan ini mengelompokkan APD berdasarkan bagian tubuh yang terlindungi. Selain itu, ada tiga kelompok khusus: pakaian pelindung, alat pelindung jatuh perorangan, dan pelampung. Artikel ini menjelaskan setiap kelompok, fungsinya, dan contoh penggunaannya.
Dasar aturan APD di tempat kerja
Kewajiban penyediaan APD berakar pada UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Kemudian Permenakertrans No. PER.08/MEN/VII/2010 mengaturnya lebih rinci. Teks kedua peraturan ini bisa Anda cari di JDIH Kemnaker. Dua poin pentingnya:
- Pengusaha wajib menyediakan APD bagi pekerja sesuai standar yang berlaku, dan memberikannya secara cuma-cuma.
- Perusahaan memilih APD berdasarkan potensi bahaya dan risiko di tempat kerja, bukan sekadar daftar umum.
Harus diingat, APD juga merupakan lapisan perlindungan terakhir. Sebelum mengandalkan APD, perusahaan sebaiknya mengendalikan bahaya dulu dengan eliminasi, substitusi, rekayasa teknik (misalnya pelindung mesin atau ventilasi), dan pengendalian administratif.
Tabel ringkas jenis-jenis APD dan fungsinya
| Kelompok APD | Fungsi utama | Contoh |
|---|---|---|
| Pelindung kepala | Melindungi kepala dari benturan, benda jatuh, panas | Helm safety, tudung kepala |
| Pelindung mata & muka | Melindungi dari partikel, percikan kimia, radiasi las | Kacamata safety, goggles, face shield, topeng las |
| Pelindung telinga | Mengurangi paparan kebisingan | Ear plug, ear muff |
| Pelindung pernapasan | Menyaring atau menyuplai udara bersih | Masker, respirator, SCBA |
| Pelindung tangan | Melindungi dari luka, panas, bahan kimia, listrik | Sarung tangan kulit, anti-potong, kimia, listrik |
| Pelindung kaki | Melindungi dari tertimpa, tertusuk, licin, listrik | Sepatu safety, sepatu boot |
| Pakaian pelindung | Melindungi tubuh dari panas, kimia, cuaca, visibilitas rendah | Coverall, apron, jas hujan, rompi reflektif |
| Alat pelindung jatuh perorangan | Mencegah atau menahan jatuh dari ketinggian | Full body harness, lanyard |
| Pelampung | Menjaga pekerja tetap mengapung di air | Life jacket, lifebuoy |
Penjelasan jenis-jenis APD dan fungsinya per kelompok
1. Pelindung kepala
Pertama, pelindung kepala melindungi dari benturan, tertimpa benda jatuh, terpukul benda tajam atau keras, serta paparan panas dan cuaca. Contoh paling umum adalah helm safety. Untuk pekerjaan di ketinggian atau area berangin, lengkapi helm dengan tali dagu. Pilihan tersedia di kategori pelindung kepala & badan, misalnya safety helmet dengan chinstrap. Banyak perusahaan juga memakai warna helm untuk membedakan peran, lihat arti warna helm safety.
2. Pelindung mata dan muka
Kelompok kedua ini melindungi mata dan wajah dari partikel terbang, debu, percikan bahan kimia, dan uap panas. Selain itu, pelindung ini juga menahan radiasi cahaya seperti pada pengelasan. Kacamata safety cocok untuk partikel ringan, sedangkan goggles lebih rapat untuk debu dan cairan. Sementara itu, face shield melindungi seluruh wajah. Lihat kategori kacamata safety dan panduan cara memilih kacamata safety.
3. Pelindung telinga
Pada dasarnya, pelindung telinga mengurangi tingkat kebisingan yang masuk ke telinga. Ear plug masuk ke saluran telinga dan ringan untuk pemakaian lama. Sebaliknya, ear muff menutup seluruh daun telinga dan mudah dipasang dan dilepas. Area dengan kebisingan tinggi bahkan kadang memerlukan kombinasi keduanya. Contohnya ear plug.
4. Pelindung pernapasan beserta perlengkapannya
Kemudian, pelindung pernapasan menjaga saluran napas dari debu, partikel, gas, uap, atau udara kekurangan oksigen. Ada dua prinsip kerja:
- Penyaring udara: masker dan respirator yang menyaring kontaminan dari udara sekitar. Namun, filter partikel tidak menyaring gas, sehingga gas dan uap memerlukan cartridge yang sesuai.
- Pemasok udara: SCBA atau airline respirator yang menyuplai udara bersih, khususnya untuk area beracun atau kekurangan oksigen.
Lihat kategori masker & respirator, SCBA, dan perbandingan masker N95 dan KN95.
5. Pelindung tangan
Pelindung tangan menjaga tangan dan jari dari luka gores atau potong, panas, bahan kimia, getaran, dan sengatan listrik. Jenisnya beragam, misalnya sarung tangan kulit untuk pekerjaan kasar dan sarung tangan anti-potong untuk pelat logam dan kaca. Ada juga sarung tangan kimia (nitril, PVC) untuk cairan berbahaya dan sarung tangan isolasi untuk pekerjaan listrik. Pilihan lengkap ada di sarung tangan safety dan panduan jenis sarung tangan safety.
6. Pelindung kaki
Selanjutnya, pelindung kaki melindungi dari tertimpa atau terjepit benda berat, tertusuk benda tajam, permukaan licin, bahan kimia, panas, dan bahaya listrik. Bentuknya sepatu safety dengan pelindung jari (toe cap). Untuk area basah dan berlumpur, pekerja biasanya memakai sepatu boot. Lihat sepatu safety dan tips memilih sepatu safety.
7. Pakaian pelindung
Pakaian pelindung menjaga sebagian atau seluruh tubuh dari panas, api, percikan logam cair, bahan kimia, dan cuaca. Bahkan, sebagian pakaian juga meningkatkan visibilitas pekerja. Contohnya antara lain rompi reflektif, coverall, apron kulit untuk pengelasan, baju hazmat, dan pakaian tahan panas.
8. Alat pelindung jatuh perorangan
Pada dasarnya, alat ini membatasi gerak pekerja agar tidak masuk ke area berisiko jatuh. Selain itu, alat ini juga menahan dan menghentikan jatuh agar pekerja tidak membentur permukaan di bawahnya. Sistemnya terdiri dari full body harness, lanyard atau alat penahan jatuh, dan titik angkur yang kuat. Harness hanya efektif jika ukurannya pas dan terpasang pada angkur yang benar.
9. Pelampung
Terakhir, pelampung menjaga pekerja tetap mengapung dan memudahkan pertolongan saat bekerja di atas atau dekat air. Contohnya di dermaga, kapal, anjungan lepas pantai, atau pekerjaan di tepi sungai. Bentuknya life jacket yang pekerja kenakan, atau lifebuoy yang penolong lemparkan ke korban.
Cara memilih jenis APD sesuai fungsinya
- Identifikasi bahaya per pekerjaan, bukan per gedung. Misalnya, tukang las dan staf gudang di pabrik yang sama butuh APD berbeda.
- Pilih sesuai jenis bahaya: debu berbeda dengan uap kimia, dan benturan berbeda dengan tusukan.
- Sesuaikan ukuran dan kenyamanan, karena pekerja cenderung melepas APD yang tidak nyaman di tengah pekerjaan.
- Latih cara pakai, simpan, dan rawat. Banyak APD, seperti filter respirator, punya batas umur pakai.
- Cek dan ganti APD yang rusak, retak, atau sudah melewati masa pakainya.
Penutup: memahami jenis APD dan fungsinya
Jadi, memahami jenis-jenis APD dan fungsinya membantu perusahaan menyusun daftar kebutuhan yang tepat dan tidak berlebihan. Untuk daftar siap pakai, gunakan checklist APD per industri gratis dari kami. Jika Anda menyiapkan pengadaan untuk tender, lihat juga Pusat Kepatuhan, atau hubungi tim kami untuk konsultasi gratis.
Produk yang dibahas
Siap kirim untuk kebutuhan Anda
Minta PenawaranPertanyaan yang sering muncul
Apa saja jenis APD dan fungsinya menurut peraturan di Indonesia?
Menurut Permenakertrans No. PER.08/MEN/VII/2010, APD meliputi pelindung kepala, pelindung mata dan muka, pelindung telinga, pelindung pernapasan beserta perlengkapannya, pelindung tangan, pelindung kaki, serta pakaian pelindung, alat pelindung jatuh perorangan, dan pelampung.
Siapa yang wajib menyediakan APD?
Pengusaha wajib menyediakan APD bagi pekerja di tempat kerja secara cuma-cuma, sesuai peraturan yang sama. Sementara itu, pekerja wajib memakainya sesuai bahaya dan risiko pekerjaan.
Apakah APD bisa menggantikan pengendalian bahaya lain?
Tidak. APD adalah lapisan perlindungan terakhir dalam hierarki pengendalian, setelah eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, dan pengendalian administratif.
Bagaimana cara menentukan APD yang dibutuhkan?
Lakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko (misalnya HIRARC) per jenis pekerjaan. Setelah itu, pilih APD yang sesuai bahaya tersebut, ukuran pemakai, dan kenyamanan.